Kunjungan Bekraf ke Batamnews, Bahas Potensi Dunia Digital Batam

6 months 3 weeks ago lagi

Kamis 04 Oktober 2018, 20:30 WIB

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) tengah gencar mengkampanyekan platform Go Startup Indonesia di berbagai komunitas. Untuk itu saat ini beberapa Kota sudah dikunjungi, termasuk Kota Batam.

Namun sebelumnya, Bekraf menyempatkan diri untuk bertandang ke kantor Batamnews.

Direktur Akses Non Perbankan Bekraf, Syaifullah mengatakan bahwa Kota Batam merupakan kota yang sangat potensial untuk dunia digital. Ditambah lagi, ada beberapa start up di Batam yang bagus.

Kegiatan kampanye Go Startup Indonesia di Batam akan berlangsung selama dua hari, dimulai pada tanggal 5-6 di dua tempat berbeda.

“Untuk tanggal 5 nanti kami akan sosialisasi terlebih dahulu di kampus, yaitu di Universitas Internasional Batam (UIB), dan hari keduanya di Hotel Swiss bell dan ini berlaku untuk umum,” ujar Suaifullah, Kamis (4/10/2018).

Syaifullah menyampaikan bahwa platform ini diluncurkan pada tanggal 6 September 2018 lalu. Hal ini dilatarbelakangi karena selama ini sebagian besar start up berjalan sendiri.

“Mereka masih kesulitan untuk menemukan investor, sehingga perkembangan dan peningkatan jumlah start up tidak maksimal,” katanya.

Pada platform ini, nantinya para pelaku start up dapat memperkenalkan start up masing-masing. Dan para investor bisa melihat dan saling berkomunikasi dengan pelaku start up.

“Jadi nanti kalau investornya tertarik bisa langsung kontak,” ungkapnya.

Selain itu, para start up juga dapat mendapat bekal. Para mentor juga telah disediakan.

Sejak diluncurkan beberapa waktu lalu, sudah ada 80 lebih start up yang telah bergabung pada platform ini. Syaifullah juga menambahkan bahwa seiringnya waktu, pihaknya akan selalu mengambangkan platform tersebut.

Pemimpin redaksi Batamnews, Muhammad Zuhri berharap Bekraf bisa memicu ekonomi kreatif di Batam.

“Sehingga dapat menjadikan Batam sebagai salah satu inkubator pertumbuhan pengusaha-pengusaha di bidang ekonomi kreatif,” ujar Zuhri pada kesempatan yang sama.

Editor : Muhammad Ikhsan
http://batamnews.co.id/berita-38836-kunjungan-bekraf-ke-batamnews-bahas-...

GoStartupIndonesia (GSI) Championship

7 months 1 week ago lagi

Dalam rangkaian road to GoStartupIndonesia (GSI) Championship, kami akan datang ke 7 kota di Indonesia untuk memilih 1 (satu) Startup terbaik di setiap kotanya yang akan bersaing di GSI Championship di Jakarta. Road to GSI Championship yang pertama akan dilaksanakan di Surabaya pada tanggal 25 - 26 September 2018.

Buat kamu yang ingin membawa Startup mu ke tingkat nasional dan bahkan internasional, kamu bisa mendaftarkan Startup kamu di bit.ly/GSISurabayaKoridor

Buat teman - teman mahasiswa bisa mendaftarkan kehadiran kamu di bit.ly/GSISurabayaCiputra .

Pendaftaran akan ditutup di hari Senin, 24 September 2018.

Jangan sampai ketinggalan ya. Sampai jumpa!
#gsi #gostartupindonesia #bekraf #startup #startupindonesia #digitalstartup #digitaleconomy #surabaya #digitalcommunity #indonesia

Bikin Go Startup Indonesia, Ini Tujuan Bekraf

7 months 2 weeks ago lagi

Reporter: Moh Khory Alfarizi
Editor: Amri Mahbub
Kamis, 12 Juli 2018 16:53 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengenalkan Go StartUp Indonesia. Direktur Akses Permodalan Non Perbankan Bekraf Syaifullah menjelaskan bahwa Go Startup Indonesia merupakan sebuah platform bertemunya para startup dan investor.

"Go Startup Indonesia, kami sebenarnya ingin membuat suatu ekosistem atau pelayanan untuk startup Indonesia. Kita tidak muluk-muluk untuk menjadi unicorn, karena peluang unicorn sangat kecil hanya keajaiban dan keberuntungan saja," ujar dia dalam presentasinya di Ruang Aksara, Ruang dan Tempo, Palmerah, Jakarta Barat, pada Rabu, 11 Juli 2018.

Baca juga: Ini Persiapan Bekraf Agar Startup Segera Listing di Bursa Efek

Dalam prototipe website Go Startup Indonesia, terdapat beberapa informasi seperti startup, investor, event, courses, jobs, workspace dan mentors. Hal itu, kata Syaifullah, dapat memberikan informasi antara startup yang membutuhkan investor, juga para investor yang mempunya kepentingan untuk berinvestasi.

Dalam informasi startup dan investor, akan memberikan data dari startup dan investor dengan beragam bidang. Bekraf menginginkan semua startup yang ada di Indonesia masuk, karena tanpa sinergi yang bagus, kata Syaifullah, tidak akan jalan.

Baca juga: Kunci Menjadi Startup Unicorn Menurut CEO Gojek Nadiem Makarim

"Founder startup biasanya orang teknical mereka tidak fokus pada majaerial yang juga tidak kalah penting. Melalui Go Startup Indonesia, kita juga akan mengedukasi startup dan investor yang harus diubah," tambah dia. "Jadi kita membangum ekosistem kita mengadakan kegiatan online startup job adbertising dan pitching competition".

Sehingga, startup bisa dikenal di masyarakat Indonesia bahkan ditingkat internasional. Selain itu, terdapat juga informasi event yang memuat berbagai event atau kegiatan tentang startup. Karena, kata Syaifullah, banyak masyarakat yang tidak mengetahui informasi kegiatan startup.

Laman Go Startup Indonesia juga menyedian informasi courses dan jobs. Dalam sub menu itu, nantinya akan memberikan informasi tentang berbagai macam kursus bagi para startup dan jobs akan menyediakan informasi bagi startup yang membutuhkan developer ataupun programer.

"Kita akan soslialisasi ke 10 kota pada tahun ini dan kita juga akan bikin project mentoring di kota tersebut dan finalnya akan kita bawa ke Jakarta, website itu hanya media saja," kata dia. "Untuk launchingnya papaling lambat bulan Agustus, dan mulai dari sekarang akan sosialisasi ke kota tersebut".

https://tekno.tempo.co/read/1106246/bikin-go-startup-indonesia-ini-tujua...

Bekraf dan AVPN Kerjasama Tingkatkan Ekonomi Kreatif Tanah Air

7 months 2 weeks ago lagi

138/Siper/RO.II/HM.04/9/2018

Jakarta, 10/9/2018 – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menandatangani nota kesepahaman kerjasama dengan Asian Venture Philanthropy Network (AVPN) pada Senin (10/9) di Ruang Rapat Bekraf, Gedung Kementerian BUMN Lantai 17. Bekraf dan AVPN bersinergi mengembangkan ekonomi kreatif di Indonesia. Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo dan CEO AVPN, Naina Subberwal Batra menandatanganan nota kesepahaman ini.

“Deputi Akses Permodalan Bekraf menjalin kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan bukan bank untuk memberikan akses permodalan bagi pengusaha rintisan (startup) dan pelaku ekonomi kreatif. Sinergi dengan AVPN ini meningkatkan peluang startup dan pelaku ekonomi kreatif mendapatkan penambahan modal sekaligus peningkatan keterampilan mereka di industri kreatif,” tutur Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo.

Nota kesepahaman Bekraf dan AVPN ini merupakan wujud komitmen bersama untuk menumbuhkan peluang pertumbuhan keterampilan dan mata pencaharian (creative economy to cultivate the growth opportunities in skills and livehoods) pelaku ekonomi kreatif di Indonesia.

Melalui kerjasama ini, Bekraf bersama AVPN memobilisasi berbagai jenis modal investasi sosial dari beragam pemangku kepentingan, memberikan peluang kolaborasi modal yang memiliki dampak sosial yang berkelanjutan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia dengan industri kreatif.

Bekraf berkolaborasi dengan AVPN berupaya membantu perkembangan keterampilan dan mata pencaharian pada ekonomi kreatif ( fostering skills and livelihoods in creative economy ) dengan menggelar program yang selaras untuk mengembangkan ekonomi kreatif di Indonesia, meningkatkan lapangan kerja dan ekspor, serta memfasilitasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk yayasan, investor-investor sosial, dan perusahaan-perusahaan untuk aktif mendukung pengembangan industri ekonomi kreatif di tanah air.

Pada tahap selanjutnya, Bekraf dan AVPN juga bersinergi melakukan penelitian, mempublikasikan laporan mengenai pendanaan yang telah ada, dan meningkatkan lapangan pekerjaan pada industri kreatif di Indonesia. Hasil penelitian ini bisa dimanfaatkan untuk menemukan cara yang tepat dalam meningkatkan keterampilan dan mata pencaharian ekonomi kreatif. Nota kesepahaman antara Bekraf dan AVPN ini berlaku selama dua tahun. (mm)

***

Tentang Bekraf

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang bertanggung jawab di bidang ekonomi kreatif. Saat ini, Kepala Bekraf dijabat oleh Triawan Munaf.

Bekraf mempunyai tugas membantu Presiden RI dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan televisi dan radio.

Kontak Media:

Mariaman Purba

Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik

Badan Ekonomi Kreatif Indonesia

T: +62 813 1750 6456

Email: mariaman.purba@bekraf.go.id

Website: http://www.bekraf.go.id/

Twitter: @BekrafID

Storytelling Strategi untuk Menceritakan Produk Ekonomi Kreatif

7 months 2 weeks ago lagi

Storytelling Strategi untuk Menceritakan Produk Ekonomi Kreatif
Reporter: Bram Setiawan (Kontributor)
Editor: Fadhli Sofyan
Selasa, 11 September 2018 22:22 WIB

TEMPO.CO, Karangasem - Tempo Institute dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengadakan pendampingan komunitas ekonomi kreatif di Kabupaten Karangasem, Bali. Acara tersebut diadakan di Taman Sukasada Ujung pada 10-12 September 2018.

Wartawan senior Dwi Setyo Irawanto menjelaskan tentang storytelling atau bercerita tentang produk. "Storytelling untuk memperkenalkan diri kepada konsumen membangun hubungan," katanya saat sesi diskusi Taman Sukasada Ujung Karangasem, 11 September 2018.

Dwi menjelaskan bahwa storytelling bukan bertujuan sebagai iklan. Tapi strategi bisnis untuk membangun karakter merek sebuah produk. "storytelling membutuhkan tulisan yang mudah dipahami, jernih, jelas apa yang kita ceritakan dan menyenangkan," katanya.

Menurut Dwi saat ini perkembangan teknologi informasi digital memberi peluang memperkenalkan produk komunitas ekonomi kreatif. Ihwal tersebut storytelling disampaikan melalui media sosial.

"Sekarang memungkinkan punya kesempatan menyebarkan produk berkali-kali dengan apa yang ingin kita ceritakan. storytelling lebih gampang menempel di ingatan," tuturnya.

Program pendampingan bertujuan untuk mempererat jaringan antar komunitas kreatif di tingkat kota dan kabupaten. Setiap kota atau kabupaten, memiliki potensi ekonomi kreatif yang unik dan khas.

Adapun Karangasem merupakan daerah ketiga yang didatangi program Kombet Kreatif. Untuk kunjungan kali pertama Padang kemudian Surabaya, Karangasem, Kendari, Maumere, Singkawang, Malang, Bojonegoro, Bandung Barat, Belu, Kupang, dan Merauke.

Pages